Cara Gampang Mengatur Uang

Banyak orang “malas” atau takut memperhatikan detil keuangannya. Alasannya, nanti tambah pusing. Tambah stress. Atau malah ribut dengan pasangan. Padahal mengatur pengeluaran uang sama pentingnya dengan mendapatkan nya dan juga mimpi-mimpi menjadi kaya raya. Mumpung tahun masih muda, masih tersisa 9 bulanan untuk meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan serta kesehatan keuangan Anda dengan mengikuti langka-langkah sederhana dan mudah berikut ini.

(1) Tak Perlu Mencari Kambing HitamSalah satu penyebab orang malas mengatur keuangannya adalah karena tidak ingin ribut dengan pasangan (suami/istri). Suami atau istri merasa bahwa pasangannya terlalu boros, atau tidak dapat diajak bicara soal pengaturan keuangan rumah tangga. Pada tahap yang agak parah, keengganan untuk berbicara soal keuangan dapat menjurus pada saling tidak percaya. Karena itu, sudah saatnya Anda menyelesaikan masalah ini secara dewasa. Setiap orang harus dapat menyetujui bahwa masa lalu adalah masa lalu dan setiap orang bebas untuk maju menyongsong masa depan. Mustahil keuangan dapat diatur secara baik tanpa keterlibatan pasangan dan juga anggota keluarga lainnya, seperti anak-anak, mertua dan lain-lain.

(2) Manfaatkan Kartu Kredit Secara CerdikAnda memiliki kartu kredit? Lebih dari satu? Apakah Anda memperhatikan limit setiap kartu kredit Anda? Apakah limitnya berlipat-lipat lebih besar dibandingkan penghasilan Anda? Misalnya, penghasilan Anda Rp 10 juta, dan limit kartu kredit Anda Rp 10 juta per kartu, sedangkan Anda memiliki 3 kartu kredit, maka kebablasan ketika berbelanja sangat mungkin terjadi. Pada waktu-waktu khusus seperti menjelang hari raya, ulang tahun orang yang dikasihi, dan liburan, orang akan cenderung menggunakan kartu kredit tanpa pikir panjang.
Sebagai ilustrasi saja, katakanlah, Anda kebablasan berbelanja menggunakan kartu kredit hingga melampaui penghasilan bulanan Anda yang Rp 10 juta, maka akan timbul utang pada kartu kredit.
Ketika jatuh tempo, usahakan tetap membayar minimum pembayaran yang ditentukan kalau mungkin di atas ketentuan itu. Namun harap diingat, sisa utang yang tak terbayar akan dikenakan bunga yang besarnya 36 – 48 % pertahun, dan bunga kartu kredit dihitung mulai tanggal transaksi, bukan tanggal tagihan dicetak atau jatuh tempo.
Cara lain yang dapat diupayakan adalah melakukan aplikasi kartu kredit bank lain yang menerima transfer saldo kredit dari kartu kredit bank lain tanpa bunga untuk 6 hingga 12 bulan. Pindahkan tagihan dari kartu kredit lain, tetapi ingat, jangan menggunakan kartu kredit itu sama sekali, dan berusahalah melunasi tagihan yang telah dipindahkan. Namun, kartu kredit dapat menjadi sarana pengatur keuangan jika Anda bijaksana menggunakannya. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakannya untuk belanja bulanan, membeli buku pelajararan, berobat di rumah sakit atau klinik dan lain-lain sebagai ganti uang tunai. Sementara Anda sudah menikmati manfaat barang/jasa yang dibeli, uang tunai Anda di bank akan berbunga selama 30-45 hari. Di samping itu, banyak kartu kredit menawarkan poin yang bila terkumpul cukup dapat ditukarkan dengan voucher belanja.

(3) Buatlah Daftar Belanja Anda
Duduklah bersama pasangan dan anggota keluarga lain, lalu bersama-sama buatlah daftar barang-barang yang akan dibelikan, lalu telitilah mana yang merupakan “keharusan” dan mana “keinginan”. Lingkari yang merupakan “keinginan”. Jika Anda tidak punya uang lebih dan tabungan, coret keinginan-keinginan tersebut dari daftar belanja atau pindahkan ke daftar lain sebagai “wish list”.

(4) Tentukan Berapa yang Dapat Anda Tabung
Alasan yang diberikan oleh orang yang tidak dapat menabung adalah: penghasilannya terlalu kecil, sehingga selalu habis bahkan tidak cukup untuk konsumsi. Tetapi dengan membuat anggaran yang teliti Anda akan mendapatkan uang untuk diselematkan (save) dari: menunda membeli barang-barang yang sekedar memenuhi keinginan (tidak diperlukan). Anda bahkan dapat menabung dengan menghemat pemakaian air, listrik dan telepon. Mengurangi atau berhenti merokok bagi Anda yang merokok dapat menghemat sampai Rp 150 ribu perbulan. Jika hal itu Anda lakukan, maka dalam waktu 10 tahun, uang Anda akan menjadi Rp 42,443,058 dengan asumsi bunga tabungan pertahun adalah 10%.
Tanpa harus cape-cape memikirkan dari mana mendapatkan uang tabungan, dengan disiplin, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan Anda sebelum melakukan pengeluaran, jangan menunggu kalau ada sisa. Maka dengan asumsi penghasilan Anda Rp 1 juta perbulan, maka tabungan Anda adalah Rp 100 ribu perbulan atau Rp 1,200,000 pertahun, dalam waktu 25 tahun Anda akan mengumpulkan Rp 295,491,980. Tetapi jika jika penghasilan Anda naik rata-rata 10% pertahun, maka tabungan Anda 10% dari penghasilan baru pada akhir tahun ke-25 akan menjadi Rp 325,041,178. Bayangkan jika Anda dapat menabung 10 kali lipat dari itu!

(5) Rencanakan Dana PensiunJangan menunda hingga mendekati usia pensiun baru mulai memikirkan dana pensiun. Cara pandang lama seperti anak-anak kita akan menanggung biaya hidup kita setelah memasuki usia pensiun sudah saatnya diubah. Jika Anda ingin ketika pensiun nanti, tidak tergantung pada anak, dan tetap dapat menikmati gaya hidup atau standar hidup yang sama dengan ketika Anda masih memiliki penghasilan tetap, maka mulailah membentuk cadangan untuk itu sedini mungkin.
Sebagai ilustrasi saja, Amin saat ini berumur 34 tahun, ia memiliki waktu 20 tahun hingga mencapai usia pensiun untuk mendapatkan penghasilan. Katakanlah saat ini biaya hidup normal Amin dan keluarga adalah Rp 5 juta perbulan atau Rp 65 juta pertahun (13 bulan), kenaikan biaya hidup diasumsikan rata-rata 10% pertahun, maka untuk menopang gaya / standar hidup yang sama setelah usia pensiun nanti, diperlukan Rp 437,287,500. Berhubung Amin dan istri memperkirakan akan hidup selama 25 tahun setelah usia pensiun, maka dana yang dibutuhkan adalah Rp 6,8 miliar yang berarti ia harus menyisihkan sekitar Rp 95 juta pertahun mulai sekarang! Untuk mengetahui lebih lanjut berapa dana yang harus Anda sendiri sisihkan untuk dana pensiun, mintalah kepada Wealth Manager di bank untuk menghitungkannya. Ilustrasi di atas hanya untuk menunjukkan betapa pentingnya memulai perencanaan pensiun sedini mungkin.

Comments