Cara Gampang Meningkatkan Cash Flow

Cash (uang tunai, termasuk uang yang tersimpan di kantor dan dalam rekening bank) adalah harta yang paling cair. Bagaikan darah yang mengalir dalam tubuh kita, cash adalah darah bagi suatu bisnis. Bila cash flow (aliran kas) tersendat-sendat masuknya, dan di lain pihak deras mengalir keluar, maka bisnis akan menjadi insolvence.
Keadaan insolvence dapat terjadi oleh karena berbagai sebab. Tindakan serius harus segera dilakukan sebelum suatu bisnis terperosok dalam kondisi insolvent. Bisnis yang sehat selalu ditandai dengan surplus kas, dan sebaliknya defisit kas menandakan adanya miss-management. Para ahli bisnis percaya bahwa tidak ada bisnis yang merugi kecuali dikelola secara serampangan.
EBITDA (Earning Before Interest Depreciation and Amortization) yang positif tidak selalu memberi kontribusi positif dalam cash flow. Keputusan pembelanjaan kapital yang kurang bijaksana dan tepat sasaran untuk meningkatkan EBITDA akan menyebabkan cash flow negatif. Demikian pula halnya pengelolaan receivable dan payble serta inventory.
Debtor days yang ideal dicapai melewati rangkai panjang, mulai dari saat penawaran diajukan kepada calon debtor, negosiasi termin pembayaran sebagai salah-satu bagian dari persetujuan jual-beli, hingga proses mengirimkan tagihan dan mendapatkan pelunasan ketika setiap invoice jatuh temponya. Tidak kalah pentingnya, perusahaan juga harus mampu bernegosiasi dengan para vendor untuk termin pembayaran yang bagus. Bila memungkinkan mendapatkan termin konsinyasi akan lebih baik lagi.
Salah satu faktor kesuksesan negosiasi dengan pembeli adalah posisi competitive advantage perusahaan itu sendiri. Jika di pasar terdapat banyak kompetitor, pembeli akan cenderung menekan penjual untuk tidak saja menurunkan harga, tetapi juga payment term yang lebih fleksibel buat pihak pembeli. Demikian pula halnya jika perusahaan membutuh material yang sulit diperoleh, maka penjual pun dapat mengendalikan harga dan payment term untuk keuntungan mereka.
Komponen lain adalah pengendalian tingkat inventory, baik dalam bahan baku, barang dalam proses maupun barang jadi. Semakin cepat perputaran inventory semakin banyak pula cash yang dapat dilepaskan ke dalam peralirannya. Ketiga komponen: Receivable, Payable dan Inventory jika dimanage dengan baik akan meningkatkan perputaran uang yang sehat dalam suatu perusahaan.
Sales Dapat Membantu Cash Flow
Seorang sales yang baik adalah negosiator yang baik. Usahakan sistem komisi di perusahaan Anda tidak mendorong para sales menjual untuk mencapai target, tetapi menutup transaksi yang pasti menciptakan profit dan kontribusi positif kepada cash flow. Sebaliknya, ketika perusahaan berada pada posisi pembeli, staf pembelian juga harus mampu melakukan negosiasi yang win-win.

Comments